<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"><channel><title>Prose on MuS</title><link>https://www.musnotes.my.id/categories/prose/</link><description>Recent content in Prose on MuS</description><generator>Hugo</generator><language>id-ID</language><lastBuildDate>Sun, 05 Jul 2026 00:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://www.musnotes.my.id/categories/prose/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Malaikat yang Memakan Daun Terlalu Banyak</title><link>https://www.musnotes.my.id/digital-garden/silva-nigra/prosa/malaikat-yang-memakan-daun/</link><pubDate>Sun, 05 Jul 2026 00:00:00 +0700</pubDate><guid>https://www.musnotes.my.id/digital-garden/silva-nigra/prosa/malaikat-yang-memakan-daun/</guid><description>sebuah kisah tentang Butterfly Devil</description><content:encoded><![CDATA[<p>Seekor larva bernama Ulat hidup di atas pohon pengetahuan, pohon tua yang akarnya menjalar ke tempat yang di sebut philosophy.</p>
<p>Larva yang menggemaskan sekaligus menjijikkan, karena dia tidak bisa memutuskan sendiri apakah dirinya mukjizat atau hama.</p>
<p>Di antara larva lain, ia dikenal sebagai nabi ulat.
Sebenarnya dia adalah malaikat yang ditugaskan Tuhan untuk mengingatkan larva-larva lain agar menghindari dosa, seperti bunuh diri sebelum menjadi kupu-kupu.</p>
<div class="mus-divider" aria-hidden="true"><svg viewBox="0 0 100 100" class="mus-symbol" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg">
  <circle cx="50" cy="50" r="8" fill="currentColor"/>
  <ellipse cx="50" cy="50" rx="40" ry="25" fill="none" stroke="currentColor" stroke-width="2" transform="rotate(-15 50 50)"/>
  <ellipse cx="50" cy="50" rx="30" ry="45" fill="none" stroke="currentColor" stroke-width="2" transform="rotate(60 50 50)"/>
</svg>
</div>

<p>Suatu hari, di wilayah Silva Nigra, Dia melihat organisme asing berdiri tegak.
Dua ekstremitas bawahnya panjang, dua ekstremitas atasnya pendek, dan tubuhnya bergerak seolah-olah dunia memang dibuat untuk dilangkahi.</p>
<p><em>&ldquo;Apa itu?&rdquo;</em> tanya Ulat kepada larva lain yang sedang makan siang.</p>
<p>Larva yang sedang mengunyah daun merespon <em>&ldquo;Aku pernah mendengarnya dalam legenda. Konon mereka menyebut diri manusia. Tapi aku lupa sisanya. Daun ini terlalu enak, hehe.&rdquo;</em></p>
<p>Ulat berterima kasih, lalu segera pergi ke ruang ibadah privatnya di balik lipatan daun.</p>
<p><em>“Mus yang Agung,”</em>  doanya, <em>“beri aku petunjuk untuk mengetahui tentang manusia.”</em></p>
<p>Dari tulang daun yang bergetar, turunlah wahyu <em>&ldquo;Jika ingin mengetahui manusia tanpa terbunuh olehnya, kunjungi ranting Anthropology, Psychology, dan Human Physiology. Makanlah daunnya secukupnya.&rdquo;</em></p>
<div class="mus-divider" aria-hidden="true"><svg viewBox="0 0 100 100" class="mus-symbol" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg">
  <circle cx="50" cy="50" r="8" fill="currentColor"/>
  <ellipse cx="50" cy="50" rx="40" ry="25" fill="none" stroke="currentColor" stroke-width="2" transform="rotate(-15 50 50)"/>
  <ellipse cx="50" cy="50" rx="30" ry="45" fill="none" stroke="currentColor" stroke-width="2" transform="rotate(60 50 50)"/>
</svg>
</div>

<p>Namun daun-daun itu terlalu lezat. Ulat makan, lalu makan lagi. Ia mengetahui tulang, otot, bahasa, rasa takut, keinginan, dan satu hal yang tidak pernah tumbuh dalam dirinya sebelumnya: iri.</p>
<p>Mengapa manusia memiliki tubuh yang bisa menjangkau begitu banyak habitat, sementara dirinya hanya merayap di permukaan daun? Mengapa dia organisme yang lebih mulia, diciptakan dalam bentuk yang begitu mudah terbunuh?</p>
<p>Tuhan tahu apa yang di pikirkan salah satu malaikatnya itu, sebelum mencapai ranting  Anthropology dia tiba-tiba tidak bisa bergerak.
Tidak lama kemudian menjadi kepongpong.</p>
<div class="mus-divider" aria-hidden="true"><svg viewBox="0 0 100 100" class="mus-symbol" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg">
  <circle cx="50" cy="50" r="8" fill="currentColor"/>
  <ellipse cx="50" cy="50" rx="40" ry="25" fill="none" stroke="currentColor" stroke-width="2" transform="rotate(-15 50 50)"/>
  <ellipse cx="50" cy="50" rx="30" ry="45" fill="none" stroke="currentColor" stroke-width="2" transform="rotate(60 50 50)"/>
</svg>
</div>

<p>Ketika waktunya tiba, dia keluar bukan sebagai kupu-kupu dari spesiesnya.</p>
<p>Dia memiliki antena seperti tanduk keras, tubuh merah kehitaman, sayap hitam sepenuhnya, dua tangan, dua kaki, dan masing-masing hanya tiga jari.</p>
<p>Ia mengerti: Tuhan telah mengutuknya.</p>
<p>Maka ia bersumpah akan memprotes Tuhan di hadapan para malaikat.</p>
<p>Di tempat lain, Tuhan tersenyum di depan layar laptopnya.</p>
<p><em>“Sekarang dia menjadi Butterfly Devil,”</em> gumam-Nya. <em>“Makhluk indah yang dulu pernah menjadi malaikat-Ku yang menjijikkan.”</em></p>
<div class="mus-divider" aria-hidden="true"><svg viewBox="0 0 100 100" class="mus-symbol" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg">
  <circle cx="50" cy="50" r="8" fill="currentColor"/>
  <ellipse cx="50" cy="50" rx="40" ry="25" fill="none" stroke="currentColor" stroke-width="2" transform="rotate(-15 50 50)"/>
  <ellipse cx="50" cy="50" rx="30" ry="45" fill="none" stroke="currentColor" stroke-width="2" transform="rotate(60 50 50)"/>
</svg>
</div>

]]></content:encoded></item></channel></rss>