Pada telur ayam, pembelahan tidak terjadi pada seluruh telur. Pembelahan hanya berlangsung pada blastodisc, yaitu area kecil sitoplasma aktif di atas massa yolk.

Karena area yang membelah berbentuk cakram, hasil awal pembelahannya tidak membentuk bola sel penuh seperti pada banyak embrio dengan holoblastic cleavage. Pada ayam, kumpulan blastomeres awal tersusun sebagai massa sel berbentuk disc di permukaan yolk.

Secara visual, tahap ini kadang bisa dianalogikan dengan “morula berbentuk cakram”. Namun, istilah morula tidak dipakai sebagai istilah utama di sini, karena perkembangan awal aves tidak membentuk morula bola seperti pada cleavage holoblastik.

Pada telur ayam, perkembangan awal bukan berupa bola sel penuh, tetapi massa blastomere berbentuk disc yang berkembang menjadi blastoderm di atas yolk.

Dari Blastodisc Menuju Massa Blastomere Berbentuk Disc

Awalnya, hanya blastodisc yang mengalami cleavage. Alur pembelahan membagi area kecil ini menjadi banyak blastomeres, sementara massa yolk di bawahnya tidak tersegmentasi menjadi blastomer.

        blastodisc
       .--------.
      /          \
     /            \

██████████████████
████ MASSA YOLK ███
██████████████████

Setelah beberapa kali pembelahan, blastodisc berubah menjadi kumpulan blastomere yang tersusun seperti cakram.

    massa blastomere
        berbentuk disc
      O O O O O
    O O O O O O O
      O O O O O

██████████████████
████ MASSA YOLK ███
██████████████████

Bentuk cakram ini muncul karena cleavage hanya berlangsung pada area blastodisc, bukan pada seluruh volume telur.

Blastodisc
Area sitoplasma aktif di atas yolk.
Discoidal cleavage
Pembelahan hanya terjadi pada area berbentuk disc.
Blastomeres
Sel-sel hasil pembelahan blastodisc.
Massa blastomere berbentuk disc
Analogous, but not identical, to morula.
Blastoderm
Lapisan sel di atas yolk.

Apa Itu Blastoderm?

Setelah cleavage berlanjut, kumpulan blastomere pada blastodisc membentuk blastoderm.

Blastoderm adalah lapisan sel berbentuk cakram yang berada di atas massa yolk. Pada embrio ayam, blastoderm menjadi wilayah penting karena dari sinilah perkembangan embrio awal berlanjut.

        blastoderm
      O O O O O O O
    O O O O O O O O O
      O O O O O O O

██████████████████
████ MASSA YOLK ███
██████████████████

Jadi, kalau blastodisc adalah area sitoplasma aktif sebelum atau saat awal pembelahan, maka blastoderm adalah lapisan sel yang terbentuk setelah blastodisc mengalami cleavage.

Blastodisc vs Blastoderm

IstilahMaknaPosisi
BlastodiscArea sitoplasma aktif yang mengalami cleavage.Di atas massa yolk.
BlastodermLapisan sel hasil cleavage pada blastodisc.Di atas massa yolk.

Secara sederhana:

blastodisc = area awal yang membelah
blastoderm = lapisan sel hasil pembelahan

Subgerminal Cavity

Ketika blastoderm mulai terbentuk, muncul ruang di antara blastoderm dan massa yolk. Ruang ini disebut subgerminal cavity atau rongga subgerminal.

Secara mekanistik, subgerminal cavity tidak hanya muncul karena blastoderm “terpisah” dari yolk. Pada perkembangan ayam, blastoderm menyerap cairan dari albumen dan mensekresikannya ke ruang antara blastoderm dan yolk. Akumulasi cairan ini membantu membentuk rongga subgerminal.

        blastoderm
      O O O O O O O
    O O O O O O O O O
    -------------------  ← subgerminal cavity

██████████████████
████ MASSA YOLK ███
██████████████████

Subgerminal cavity penting karena membuat bagian tengah blastoderm tampak lebih terang atau transparan. Bagian tengah inilah yang kemudian dikenal sebagai area pellucida.

Area Pellucida dan Area Opaca

Setelah blastoderm terbentuk, wilayahnya dapat dibedakan menjadi dua area utama: area pellucida dan area opaca.

Area pellucida adalah bagian tengah blastoderm yang tampak lebih jernih atau transparan karena berada di atas subgerminal cavity.

Area opaca adalah bagian pinggir blastoderm yang tampak lebih gelap atau buram karena sel-selnya masih lebih berasosiasi dengan massa yolk.

        BLASTODERM

   O O O O O O O O O O O
 O O [ area pellucida ] O O   ← area opaca di pinggir
   O O O O O O O O O O O

        subgerminal cavity
   -------------------------

████████   MASSA YOLK   ████████

Bagian tengah dan pinggir ini tidak hanya berbeda tampilan. Dalam perkembangan berikutnya, wilayah-wilayah ini juga berkaitan dengan pembentukan struktur embrional dan ekstraembrional.

Pada tahap berikutnya, blastoderm tidak hanya menjadi lapisan sel sederhana. Wilayah ini mulai mengalami diferensiasi menjadi dua lapisan penting: epiblast dan hypoblast.

Sebagian besar sel area pellucida tetap berada di permukaan dan membentuk epiblast. Sementara itu, sebagian sel lainnya mengalami delaminasi dan bermigrasi ke subgerminal cavity untuk membentuk primary hypoblast.

Tahap ini penting karena menjadi jembatan menuju pembentukan primitive streak dan gastrulasi pada embrio ayam.

Kenapa Ini Tidak Sama dengan Morula Biasa?

Pada embrio dengan holoblastic cleavage, morula biasanya dibayangkan sebagai bola sel padat.

Namun, pada telur ayam, cleavage bersifat discoidal meroblastic. Karena pembelahan hanya terjadi pada blastodisc, hasil awalnya tidak menjadi bola sel penuh.

Jadi, kalau istilah “morula” dipakai sebagai jembatan pemahaman, pada telur ayam bentuknya perlu dipahami sebagai massa blastomere berbentuk cakram di atas yolk, bukan bola sel padat seperti pada cleavage holoblastik.

KonteksBentuk Massa Sel AwalPenyebab
Holoblastic cleavageBola sel padat.Seluruh zigot ikut membelah.
Discoidal meroblastic cleavageCakram sel di atas yolk.Hanya blastodisc yang membelah.

Visualisasi

TELUR AYAM

1. Blastodisc
      🔵
████████████

2. Cleavage pada blastodisc
    🔵 🔵 🔵
████████████

3. Massa blastomere berbentuk disc
   O O O O O
 O O O O O O O
████████████

4. Blastoderm
 O O O O O O O O
-----------------  ← subgerminal cavity
█████████████████

Kesimpulan

Pada telur ayam, blastoderm terbentuk karena cleavage hanya berlangsung pada blastodisc.

Urutannya dapat diringkas seperti ini:

  • blastodisc mengalami discoidal cleavage
  • cleavage menghasilkan blastomeres
  • blastomeres tersusun sebagai massa sel berbentuk disc di atas yolk
  • massa blastomere ini berkembang menjadi blastoderm
  • di bawah blastoderm terbentuk subgerminal cavity
  • blastoderm kemudian dapat dibedakan menjadi area pellucida dan area opaca
  • tahap berikutnya mengarah pada pembentukan epiblast dan hypoblast

Jadi:

Pada telur ayam, blastoderm tidak terbentuk dari bola sel penuh seperti morula pada holoblastic cleavage, tetapi dari massa blastomere berbentuk disc di atas yolk karena pembelahannya bersifat discoidal meroblastic.

Shortcut Ingatan

💡 Blastodisc = disc yang membelah Area sitoplasma aktif di atas yolk.

💡 Blastomeres = sel hasil cleavage Pada telur ayam, blastomeres tersusun sebagai massa berbentuk disc.

💡 Blastoderm = lapisan sel hasil cleavage Terbentuk di atas massa yolk.

💡 Area pellucida = tengah lebih jernih Berada di atas subgerminal cavity.

💡 Area opaca = pinggir lebih opak Masih lebih berasosiasi dengan yolk.

References

  • Gilbert, S. F. (2014). Developmental Biology (10th ed.). Sinauer Associates.
  • Carlson, B. M. (2014). Human Embryology and Developmental Biology (5th ed.). Elsevier Saunders.
  • NCBI Bookshelf. “Early Development in Birds.” https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK10070/