Arsip

Silva Nigra

An imagined forest of fragments and associative thought.

Ruang

Ruang arsip

Ruang

Neural Gaps

The spaces between neurons where thoughts spark and linger.

12 catatan

Ruang

art-resonance

Vibrations caught within the black forest.

2 catatan

Ruang

Prosa

Aku ga tau kategori tulisanku, sebut saja prosa

6 catatan

Indeks

Fragmen terbaru

Catatan baru dari hutan hitam.

art-resonance

Lagu Ulang Tahunku Adalah Karya Claude (Debussy, Bukan AI Itu)

Arabesque No.1 - Claude Debussy Aku sedang mendengarkan Deux Arabesques, L. 66, Claude Debussy, dan kepikiran: boleh gak aku klaim Arabesque No. 1 sebagai lagu ulang tahun seorang penyendiri berpengalaman? Sebenarnya hanya aku doang, mungkin. ...

Prosa

Malaikat yang Memakan Daun Terlalu Banyak

sebuah kisah tentang Butterfly Devil

Neural Gaps

Cosmos bipinnatus: Bunga Merah di Pekarangan

Catatan observasi tentang satu individu Cosmos bipinnatus merah tua yang muncul di antara bunga pink dan putih di pekarangan rumah.

art-resonance

Tentang Bunga, Laufey, dan Pertanyaan

Mendengarkan: Laufey — Questions for the Universe Aku tidak benar-benar memahami seluruh liriknya ketika pertama kali mendengarkan lagu ini. aku lebih dulu menangkap suasananya daripada maknanya. Tapi aku mungkin mengerti sedikit: Laufey sedang mengekspresikan keraguan dan kebingungan tentang cinta, kehidupan, dan diri sendiri. ...

Neural Gaps

Kenapa Berpikir Saja Tidak Cukup: Catatan dan Refleksi Scientific Temper

Catatan dan refleksi dari pemaparan Prof. Iwan Pranoto mengenai perbedaan berpikir dan bernalar, serta pentingnya menumbuhkan scientific temper.

Neural Gaps

Simpul Waktu Bagian II: Dua Panah di Satu Cangkir Kopi

Catatan tentang pertemuan dua orientasi waktu, konflik entropi lokal, dan kemungkinan waktu sebagai bentuk siklik.

Neural Gaps

Mengapa Kita Terobsesi Menanyakan “Apakah Ini AI?”

Peringatan: Jika setelah selesai membaca esai ini pikiran pertamamu adalah “Ini pasti ditulis AI”, maka tulisan ini memang sedang membicarakanmu. Ketika aku scroll konten di internet akhir-akhir ini, pertanyaan yang paling sering muncul di komentar bukan “Apa yang mungkin senimannya rasakan?”, tapi pertanyaan yang lebih keren, dari sudut pandang yang berkomentar, (mungkin): “Apakah ini AI?” Lucu sekali, kan? Atau menyedihkan? Bayangkan seseorang memainkan piano dengan indah Apakah reaksi pertamamu adalah menikmati harmoni dan emosi yang muncul? Atau justru bertanya-tanya apakah jari-jari itu milik manusia atau bukan? ...

Neural Gaps

Ketika Kerusakan Menjadi Pertumbuhan

Esai tentang bagaimana kerusakan ekologis bisa terlihat sebagai pertumbuhan ketika sistem pengukuran ekonomi hanya menghitung transaksi, tetapi gagal melihat kehilangan biologis yang menyertainya.