Mendengarkan: Clara Schumann — Nocturne Op. 6 No. 2 (1827 Stein piano)

Aku mendengarkannya menggunakan TWS sambil memejamkan mata, membiarkan setiap detail suaranya terasa. Musik ini benar-benar menenangkan, perlahan membawaku ke dunia lain, ke sebuah rumah yang dari luar keliatan kosong. Tapi di dalamnya, aku melihat seorang gadis kecil sedang memainkan lonceng. Tiba-tiba saja, seolah ada semacam ilusi suara lonceng samar yang menyusup dan melebur ke dalam musiknya.

Yang masuk ke rumah itu hanyalah kesadaranku. Gadis yang bermain sendirian di sana sama sekali tidak menyadari kehadiranku. Ruangan itu memiliki sentuhan arsitektur kolonial Belanda, dan gaun yang dikenakan sang gadis juga sangat khas, mengingatkanku pada Victorian children dress yang pernah kulihat sekilas di internet.

Terkadang aku berpikir, saat imajinasi membawaku seolah keluar dari tubuh dan mengunjungi tempat-tempat yang berkaitan dengan sejarah, mungkin masa yang kukunjungi itu adalah sebuah realitas lain. Aku membayangkan bahwa gadis berpakaian Eropa itu benar-benar pernah hidup, dan tempat itu benar-benar pernah berdiri, meski di dunia nyata saat ini mungkin ruang tersebut sudah tergantikan oleh gedung hotel modern atau lahan parkir. Tentu saja, aku tidak terlalu menganggap serius pikiranku sendiri, aku hanya menganggapnya sebagai dugaan liar.

Nocturne Op. 6 No. 2 ini justru mengingatkanku pada sebuah pertanyaan: Apa aku bisa benar-benar pergi ke masa lain?

Atau, karena informasi sejarah di dalam otakku terbatas, maka masa lalu yang bisa kujangkau hanya masa lalu yang sudah aku ketahui?