<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"><channel><title>Neural Gaps on MuS</title><link>https://www.musnotes.my.id/digital-garden/silva-nigra/neural-gaps/</link><description>Recent content in Neural Gaps on MuS</description><generator>Hugo</generator><language>id-ID</language><lastBuildDate>Tue, 12 May 2026 01:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://www.musnotes.my.id/digital-garden/silva-nigra/neural-gaps/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Simpul Waktu Bagian I: Dilempar Penghapus oleh Profesor Tua</title><link>https://www.musnotes.my.id/digital-garden/silva-nigra/neural-gaps/notes-on-doubt/pertemuan_arah_waktu/</link><pubDate>Tue, 12 May 2026 01:00:00 +0700</pubDate><guid>https://www.musnotes.my.id/digital-garden/silva-nigra/neural-gaps/notes-on-doubt/pertemuan_arah_waktu/</guid><description>Catatan tentang batas model linear dalam memahami pertemuan dua arah waktu yang berlawanan.</description></item><item><title>Maaf Aku Gagal Menjadi Konsisten</title><link>https://www.musnotes.my.id/digital-garden/silva-nigra/neural-gaps/notes-on-doubt/maafakugagalmenjadikonsisten/</link><pubDate>Fri, 01 May 2026 00:00:00 +0000</pubDate><guid>https://www.musnotes.my.id/digital-garden/silva-nigra/neural-gaps/notes-on-doubt/maafakugagalmenjadikonsisten/</guid><description>Kalau aku adalah cermin, dan cermin adalah kamu, maka kita adalah satu. Kedengarannya romantis. Tapi secara logika… ini terasa horor</description></item><item><title>Entropi Identitas</title><link>https://www.musnotes.my.id/digital-garden/silva-nigra/neural-gaps/notes-on-doubt/entropi-identitas/</link><pubDate>Thu, 23 Apr 2026 01:00:00 +0700</pubDate><guid>https://www.musnotes.my.id/digital-garden/silva-nigra/neural-gaps/notes-on-doubt/entropi-identitas/</guid><description>Di sebuah pemakaman di Wina, terukir sebuah persamaan tentang entropi pada nisan Ludwig Boltzmann. Jika identitas kita adalah sebuah sistem, persamaan ini menjelaskan mengapa kita butuh ruang untuk menjadi &amp;lsquo;berantakan&amp;rsquo; agar bisa terus berkembang.</description></item><item><title>Identitas dan Noise dalam Persepsi Orang Lain</title><link>https://www.musnotes.my.id/digital-garden/silva-nigra/neural-gaps/notes-on-doubt/noiseidentitas/</link><pubDate>Wed, 22 Apr 2026 01:00:00 +0700</pubDate><guid>https://www.musnotes.my.id/digital-garden/silva-nigra/neural-gaps/notes-on-doubt/noiseidentitas/</guid><description>&lt;p&gt;Di artikel sebelumnya, aku menyatakan bahwa &lt;a href="../identitas/"&gt;identitas&lt;/a&gt; adalah proses yang terus bergerak, yang menggembangkan asumsi kita terhadap diri sendiri. Namun, pertanyaan itu belum selesai: bagaimana jika identitas justru merupakan label yang dilekatkan oleh pihak luar?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Untuk memahaminya, kita bisa melihat bagaimana identitas umumnya diverifikasi. Dalam kehidupan sehari-hari, identitas sering kali direduksi menjadi data seperti nama, tempat lahir, status,atau pekerjaan. Seolah-olah dengan data itu seseorang sudah bisa &amp;ldquo;dipahami.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Hal yang mirip terjadi dalam biologi. Untuk mengenali suatu organisme, dibutuhkan berbagai indikator dari morfologi, anatomi, fisiologi, bahkan data molekuler. Proses ini kompleks dan kerennya taksonomi sering dianggap sebagai salah satu bidang paling &amp;ldquo;abu-abu&amp;rdquo; dalam biologi.&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Identitas: Organisme yang Hidup di Balik Gray Matter</title><link>https://www.musnotes.my.id/digital-garden/silva-nigra/neural-gaps/notes-on-doubt/identitas/</link><pubDate>Tue, 21 Apr 2026 01:00:00 +0700</pubDate><guid>https://www.musnotes.my.id/digital-garden/silva-nigra/neural-gaps/notes-on-doubt/identitas/</guid><description>&lt;p&gt;Ada satu masa di mana aku merasa seperti orang aneh di tengah orang normal (sekarang masih aneh sih). Sebagai mahasiswa komunikasi saat itu,hal yang normal dilakukan adalah melatih teknik persuasi atau tampil percaya diri di depan publik. Namun, kenyataannya aku justru menghindarinya. Alih-alih bergabung dalam diskusi yang membahas metode praktis, aku lebih sering duduk menyendiri di depan fakultas psikologi, membayangkan jika aku adalah mahasiswa psikologi aku pasti mengejek &lt;a href="https://www.britannica.com/science/penis-envy"&gt;&lt;em&gt;penis envy&lt;/em&gt;&lt;/a&gt; yang di ajukan sigmund freud dengan percaya diri.&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Membahas Kepastian Tanpa Kepastian</title><link>https://www.musnotes.my.id/digital-garden/silva-nigra/neural-gaps/notes-on-doubt/kepastian/</link><pubDate>Sun, 19 Apr 2026 00:00:00 +0000</pubDate><guid>https://www.musnotes.my.id/digital-garden/silva-nigra/neural-gaps/notes-on-doubt/kepastian/</guid><description>&lt;hr&gt;
&lt;p&gt;Aku pernah menulis di caption bahwa &lt;em&gt;&amp;ldquo;lebih sering bingung daripada tahu.&amp;rdquo;&lt;/em&gt;
Dan sekarang, kebetulan aku bingung ingin menulis apa untuk konten pertama.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Teman imajinerku memberi saran. (dia sebenarnya diriku sendiri)&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Nulis tentang kepastian saja.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;Baiklah. Kita mungkin bahas tentang kepastian tanpa kepastian.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Apa yang pasti di alam semesta?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Aku mungkin akan menjawab pertanyaan itu dengan senyum tipis,&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Mungkin yang pasti di alam semesta adalah persepsi kita terhadap materi yang ada di ruang dan waktu.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>