Caity & Greta
Fragmen yang aku temukan di arsip Obsidian lama dan kutulis ulang.
Fragmen yang aku temukan di arsip Obsidian lama dan kutulis ulang.
Si kesepian. Begitulah dia dipanggil, dalam sebuah cerita yang ditulis oleh seorang penyendiri berpengalaman. Dia dipanggil begitu karena tak seorang pun menyadari dirinya kesepian, bahkan dirinya sendiri. Alasannya sederhana, Dia belum pernah mendefinisikan “kesepian”. Maka perempuan itu memutuskan untuk memulai perjalanan. Mencari tahu apa sebenarnya arti dari sesuatu yang diam-diam melekat padanya. Dia menutup pagar rumahnya perlahan, Agar Tuhan tidak menyadarinya. Lalu dia menyusuri jalan yang lurus dan sepi. jalan yang mudah diprediksi. tidak ada belokan, tidak ada persimpangan, dan tidak ada pilihan. ...
Sebuah dialog di kafe tentang kesepian, dualisme pikiran, dan jaringan neuron yang iseng.
Di suatu malam, jauh sebelum aku mengenal teks terenkripsi, Mus kecil terbangun oleh suara tangisan yang naik turun di tangga nada. Seorang gadis bergaun putih gading duduk di sudut ruangan, bersandar pada dinding yang dingin. Lututnya ditarik erat ke dada, kedua lengannya melingkar, kepalanya tertunduk, wajahnya tersembunyi di lipatan lengan. Di ruang sempit antara napas dan isak, air mata jatuh. Aku panik, memanggil Ibu. Tapi Ibu datang hanya membawa sebuah kalimat: “Tidak ada siapa-siapa. Ayo tidur lagi.” ...
Di suatu sudut pikiranku, ada sebuah wilayah bernama Silva Nigra; hutan dengan daun-daun hitam Di tengahnya berdiri Aristolochia, sebuah kastil yang tersusun dari biomolekul. Di sanalah Troides helena bersemayam. Di luar pikiranku, dia hanya kupu-kupu yang semakin jarang ditemukan, tersisih oleh eksploitasi manusia terhadap hutan tropis. Ratu Helena dikenal sangat cantik. Forewing-nya hitam pekat, hindwing-nya kuning dengan corak gelap yang puitis. Mereka yang tidak berani melukis di kanvas memilih mengawetkan tubuhnya. ...