Si kesepian.

Begitulah dia dipanggil, dalam sebuah cerita yang ditulis oleh seorang penyendiri berpengalaman.

Dia dipanggil begitu karena tak seorang pun menyadari dirinya kesepian, bahkan dirinya sendiri.

Alasannya sederhana, Dia belum pernah mendefinisikan “kesepian”.

Maka perempuan itu memutuskan untuk memulai perjalanan. Mencari tahu apa sebenarnya arti dari sesuatu yang diam-diam melekat padanya.

Dia menutup pagar rumahnya perlahan, Agar Tuhan tidak menyadarinya.

Lalu dia menyusuri jalan yang lurus dan sepi. jalan yang mudah diprediksi. tidak ada belokan, tidak ada persimpangan, dan tidak ada pilihan.

“Ini dia… jalan bercabang.”

Dia menghentikan langkahnya. Setelah perjalanan panjang tanpa pilihan, sekarang dia dihadapkan pada dua arah.

Masalahnya, dia bingung harus memilih yang mana.

Daripada berdebat terlalu lama dengan dirinya sendiri, Perempuan itu membagi dirinya menjadi dua

" kau ambil kanan, aku yang kiri" kata si kesepian kepada dirinya sendiri, dan mereka pun melakukan perjalanan terpisah.

si kesepian