Project Spore lahir dari alasan yang cukup sederhana: aku ingin sibuk seharian.
Bukan sibuk dalam arti produktif yang megah. Bukan juga karena sejak awal aku membawa rencana bisnis yang rapi, lengkap dengan grafik pertumbuhan dan presentasi investor yang terlalu percaya diri.
Aku hanya ingin membuat sesuatu. Sebuah benda digital kecil yang bisa kubongkar, kususun, kupoles, lalu kubongkar lagi ketika ada bagian yang terasa kurang nyaman. Dalam proses itu, aku tidak benar-benar bekerja sendirian. Ada “tim LLM”-ku: sekumpulan asisten berbasis AI yang ikut membantu berpikir, menulis kode, merapikan struktur, menguji layout, dan kadang membuatku merasa seperti punya studio kecil yang anggota timnya tidak pernah minta kopi.
Dari proses yang awalnya sederhana itu, Project Spore perlahan menemukan bentuknya.
Apa Itu Project Spore?
Project Spore adalah starter theme untuk Hugo, dibuat sebagai titik awal bagi siapa pun yang ingin membangun blog personal, digital garden, atau ruang menulis kecil di web.
Aku membayangkannya bukan sebagai theme yang terlalu besar dan penuh fitur, melainkan sebagai benih. Sesuatu yang cukup ringan untuk ditanam, cukup rapi untuk dikembangkan, dan cukup untuk tidak mengganggu isi pikiran penggunanya.
Spore tidak mencoba menjadi hutan yang sudah selesai. Ia hanya mencoba menjadi awal yang nyaman.

homepage
Kenapa Namanya Spore?
Nama “Spore” terasa cocok karena project ini memang tidak lahir sebagai bangunan besar. Ia lebih mirip organisme kecil yang membawa kemungkinan.
Spora tidak terlihat megah pada awalnya. Ia kecil, mudah terlewat, dan tidak banyak bicara. Tapi dalam kondisi yang tepat, ia bisa tumbuh menjadi sesuatu yang lebih luas. Aku ingin theme ini punya rasa seperti itu: sederhana ketika pertama kali dipasang, tapi cukup fleksibel untuk berkembang mengikuti pemiliknya.
Bagi sebagian orang, ia bisa menjadi blog. Bagi yang lain, ia bisa menjadi digital garden. Bagi seseorang yang sedang belajar menulis, berpikir, atau mendokumentasikan proses kreatifnya, mungkin ia bisa menjadi ruang kecil untuk mulai menata isi kepala.
Dibuat Bersama Tim LLM
Salah satu bagian paling menarik dari Project Spore adalah proses pembuatannya. Aku membuatnya bersama bantuan LLM. Bukan dalam arti aku hanya menekan satu tombol lalu semuanya selesai. Prosesnya tetap berantakan, eksperimental, dan kadang menyebalkan dengan cara yang absurd.
Ada bagian yang perlu diuji berkali-kali. Ada CSS yang terlihat benar di satu halaman tapi berubah menjadi makhluk liar di halaman lain. Ada layout yang awalnya terasa elegan, lalu setelah dilihat lagi ternyata seperti meja belajar yang banyak kertas draf laporan praktikum.
Di situ peran LLM terasa seperti tim kecil. Kadang menjadi programmer, kadang reviewer, kadang editor dokumentasi, dan kadang sekadar partner untuk mengurai masalah yang sebenarnya muncul karena aku sendiri terlalu nekat mengubah banyak hal sekaligus.
Project ini membuatku sadar bahwa AI tidak selalu menggantikan proses kreatif. Dalam kasusku, ia justru membuat proses itu terasa lebih mungkin dimasuki. Aku tetap harus memilih arah. Aku tetap harus menilai rasa visualnya. LLM membantu mempercepat langkah, tapi bukan menggantikan kemudi.
Fokus Desain
Secara visual, Project Spore diarahkan untuk terasa ringan, tenang, dan editorial. Fokus utamanya tetap pada keterbacaan, struktur, dan suasana.
Beberapa hal yang menjadi perhatian:
- Layout yang bersih
- Tampilan responsive
- Navigasi yang sederhana
- Ruang baca yang nyaman
- Struktur konten yang mudah dipahami
- Nuansa visual yang lembut tanpa kehilangan karakter
Project ini tumbuh dari selera Musnotes sendiri, tapi tidak harus berakhir sebagai tiruan Musnotes. Justru, aku ingin Spore bisa menjadi dasar yang dapat diubah oleh orang lain sesuai kebutuhan mereka.

spore-process
Untuk Siapa?
Project Spore mungkin cocok untuk orang yang ingin punya blog personal tanpa terlalu banyak distraksi. Ia juga cocok untuk mahasiswa, penulis, pembuat catatan, developer pemula, atau siapa pun yang ingin membangun ruang kecil di internet tanpa harus memulai dari halaman kosong sepenuhnya.
Aku tidak ingin menjualnya sebagai solusi ajaib. Spore tidak akan otomatis membuat seseorang lebih konsisten menulis, tapi ia bisa membantu menyediakan tempat. Dan kadang, untuk mulai membuat sesuatu, tempat yang cukup nyaman sudah sangat berarti.
Status Project
Saat tulisan ini dibuat, Project Spore sudah dirilis sebagai produk digital. Namun, bagiku ia belum benar-benar “selesai”. Akan selalu ada bagian yang bisa dirapikan, dokumentasi yang bisa dibuat lebih jelas, atau fitur kecil yang bisa ditambahkan tanpa membuatnya kehilangan kesederhanaan.
| Kategori | Informasi |
|---|---|
| Status | Released |
| Platform | Gumroad |
| Link | Project Spore di Gumroad |
| Demo | Lihat demo Project Spore |
| Repository | GitHub Repository |
Catatan Penutup
Project Spore bukan project terbesar yang bisa kubuat. Tapi ia penting karena menjadi salah satu tanda bahwa aku mulai berani membuat sesuatu yang bisa disentuh orang lain, bukan hanya disimpan di folder lokal atau draf pribadi.
Ia lahir dari hari ketika aku hanya ingin sibuk. Lalu dari kesibukan itu, muncul sebuah benih kecil. Dan untuk sekarang, itu cukup.