Mengapa Kita Terobsesi Menanyakan “Apakah Ini AI?”
Peringatan: Jika setelah selesai membaca esai ini pikiran pertamamu adalah “Ini pasti ditulis AI”, maka tulisan ini memang sedang membicarakanmu. Ketika aku scroll konten di internet akhir-akhir ini, pertanyaan yang paling sering muncul di komentar bukan “Apa yang mungkin senimannya rasakan?”, tapi pertanyaan yang lebih keren, dari sudut pandang yang berkomentar, (mungkin): “Apakah ini AI?” Lucu sekali, kan? Atau menyedihkan? Bayangkan seseorang memainkan piano dengan indah Apakah reaksi pertamamu adalah menikmati harmoni dan emosi yang muncul? Atau justru bertanya-tanya apakah jari-jari itu milik manusia atau bukan? ...