Dialog Tidak Ideal
ada sebuah tempat yang sangat sempit, padahal tidak ada tanda-tanda batas wilayah yang jelas.
ada sebuah tempat yang sangat sempit, padahal tidak ada tanda-tanda batas wilayah yang jelas.
Fragmen yang aku temukan di arsip Obsidian lama dan kutulis ulang.
Sebuah dialog di kafe tentang kesepian, dualisme pikiran, dan jaringan neuron yang iseng.
Di suatu malam, jauh sebelum aku mengenal teks terenkripsi, Mus kecil terbangun oleh suara tangisan yang naik turun di tangga nada. Seorang gadis bergaun putih gading duduk di sudut ruangan, bersandar pada dinding yang dingin. Lututnya ditarik erat ke dada, kedua lengannya melingkar, kepalanya tertunduk, wajahnya tersembunyi di lipatan lengan. Di ruang sempit antara napas dan isak, air mata jatuh. Aku panik, memanggil Ibu. Tapi Ibu datang hanya membawa sebuah kalimat: “Tidak ada siapa-siapa. Ayo tidur lagi.” ...
A letter to a great white shark, written on my birthday in 2025.