<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"><channel><title>Loneliness on MuS</title><link>https://www.musnotes.my.id/tags/loneliness/</link><description>Recent content in Loneliness on MuS</description><generator>Hugo</generator><language>id-ID</language><lastBuildDate>Tue, 05 May 2026 00:00:00 +0000</lastBuildDate><atom:link href="https://www.musnotes.my.id/tags/loneliness/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Sebelum Kesepian Didefinisikan</title><link>https://www.musnotes.my.id/digital-garden/silva-nigra/prosa/sikesepian/</link><pubDate>Tue, 05 May 2026 00:00:00 +0000</pubDate><guid>https://www.musnotes.my.id/digital-garden/silva-nigra/prosa/sikesepian/</guid><description>&lt;p&gt;Si kesepian.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Begitulah dia dipanggil,
dalam sebuah cerita yang ditulis oleh seorang penyendiri berpengalaman.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dia dipanggil begitu karena tak seorang pun menyadari dirinya kesepian,
bahkan dirinya sendiri.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Alasannya sederhana,
Dia belum pernah mendefinisikan &amp;ldquo;kesepian&amp;rdquo;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Maka perempuan itu memutuskan untuk memulai perjalanan.
Mencari tahu apa sebenarnya arti dari sesuatu yang diam-diam melekat padanya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dia menutup pagar rumahnya perlahan,
Agar Tuhan tidak menyadarinya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Lalu dia menyusuri jalan yang lurus dan sepi.
jalan yang mudah diprediksi. tidak ada belokan, tidak ada persimpangan, dan tidak ada pilihan.&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Dialog di Sela Neuron</title><link>https://www.musnotes.my.id/digital-garden/silva-nigra/prosa/dialog-di-sela-neuron/</link><pubDate>Mon, 04 May 2026 00:00:00 +0700</pubDate><guid>https://www.musnotes.my.id/digital-garden/silva-nigra/prosa/dialog-di-sela-neuron/</guid><description>Sebuah dialog di kafe tentang kesepian, dualisme pikiran, dan jaringan neuron yang iseng.</description></item></channel></rss>